|
Tanaman jarak merupakan tanaman semak yang tumbuh cepat dengan kitinggian mencapai 3-5 meter. Tanaman ini tahan kekeringan dan dapat tumbuh di tempat curah hujan 200-1500 ml/tahaun. Seperti yang telah dijelaskan tadi, bahwa tumbuhan ini beracun, oleh karena itu, nyaris tumbuhan ini tidak memiliki hama. Jarak pagar akan berubah setelah berumur 5 bulan dan mencapai produktifitas penuh pada umur 5 tshun. Bush tanaman ini bentuknya elips, panjang ± 1 inci, memiliki 2-3 biji. Lebih dahsyatnya lagi, umur tanaman ini bisa mencapai 2/3 dari umur Kita yaitu 50 tahun. Anda bisa bayangkan kekuasaan Allah yang membuat umur tanaman sampai yang demikan?? Sungguh umur Kita sangat terbatas untuk menjalani hidup di dunia ini. Berdasarkan pengamatan terhadap keragaman alam, tanaman Jarak berasaal dari Amerika Tengah, tepatnya di bagian selatan Mexico. Kemampuan untuk diperbanyak secara kolonal menyebabkan keaneka ragaman tumbuhan ini tidak terlalu besar. Walaupun demikian, karena tumbuhan ini termasuk tumbuhan yang melakukan penyerbukan silang ( crossing over ), maka mudah terjadi rekombinasi sifat yang membawa pada tingkat keragaman yang cukup tinggi. Klasifikasi tanaman jarak pagar ini adalah sebagai berikut : Devisi :Stophytaperma Sub Devisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Euphorbiales Familia : Euphorbiaceae Genus : Jatropha Spesies : J. Curcas Nama binomial tanaman ini adalah Jatropa Curcas L. Penemuan tanaman ini menggelitik jari para ilmuan yang ada di Indonesia untuk mengadakan riset tentang tanaman ini. Sebagai perintis dalam menemukan bahan bakar yang disebut biodiesel tersebut adalah Dr. Robert Manurung dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1997 dengan fokus ekstrasi tanman minyak jarak. Sejak tahun 2004, penelitian ini mendapat dukungan Mitsubishi Research Institut (Miri) dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dari Jepang. Setelah mendapat dukungan tersebut, maka Dr. Robert menemukan bahwa pada biji (dengan cangkang) jarak pagar mengandung 20-40% minyak nabati, namun bagian inti biji (tanpa cangkang) dapat mengandung 45-60% minyak kasar. Bermula dari penelitian itu, maka dengan proses yang cukup lama, terciptalah bahan bakar yang disebut Biodiesel Jarak. Bahan bakar ini merupakan penemuan kali pertama berasal dari buak Jarak setelah Solar di Indonesia. Ditinjau dari B2T (Badan ilmu kimia), bahwa minyak Jarak ini memiliki nilai Oktan 51, lebih tinggi disbanding dengan solar yang mempunyai nilai Oktan 45. semakain tinggi nilai Oktannya, maka semakin besar pula mendekati proses pembakaran yang sempurna dan semakin mengurangi tingkat polusi udara dan unsure timbalnya. Sebagai pembuktian dari segi ilmu Fisika, bahwa pada pertengahan tahun 2004 lau, sebuah perusahaan otomotif terkemuka di negeri barat yang bernama Daimler Crysiler telah berhasil mengujicobakan penggunaan bahan bakar BTL (Biomass to Liquid) pertama di dunai (sebelum ditemukan Biodiesel di Negara Kita) pada mobil Marcedes-Benz C 220, ternyata dapat menempuh jarak 5.900 Km dalam kondisi lingkungan yang ekstrim di India tanpa menyebabkan kerusakan pada mesinnya. Ini membuktikan bahwa Biodiesel merupakan bahan bakar yang mampu menggantikan BBM yang sudah Kita kenal selama ini. Bagaimana, hebat bukan?? Maha Suci Allah yang telah menciptakansesuatu dengan manfa'atyang hasilnya sangat luar biasa! Saat ini, Biodiesel di Negara Kita telah diresmikan oleh Pemerintah sebagai bahan bakar pengganti solar. Di Indonesia, pengguanaan Biodiesel masih sebatas wilayah kota Jakarta. Kapan Kita bisa mencobanya??? Kita tunggu kabar selanjutnya…. Dengan hasil yang demikian itu, tidak cukuplah Kita sebagai generasi muda yang hanya mampu sebatas menggunakannya. Akan tetapi, sebagai seorang Mahasiswa untuk menjadi Saintis Muslim Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Kita dorong semangat Kita untuk treys mengikuti perkembangan zaman. Dengan mengawali riset kecil yang bersifat ilmiah, maka mulai dari sinilah hal-hal baru dapat diwujudkan.
|